Bayi Kurang Darah: Karakteristik-karakteristik, Penyebab, & Prenagen

Anemia atau biasa dikenal dengan anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah dalam tubuh berada pada bawah batas normal. Pada kondisi ini, tubuh kesulitan buat menghasilkan sel darah merah atau bisa juga terjadi kerusakan sel darah merah. Akibatnya, jumlah sel darah merah serta kadar Hb (hemoglobin) dalam tubuh mengalami penurunan.

Anemia juga bisa dialami oleh bayi, tak hanya orang dewasa saja. Salah satu jenis kurang darah yg paling kerap dialami sang bayi merupakan anemia diferensiasi zat besi, yaitu anemia karena kurangnya zat besi.

Baca Juga: Ketahui, Cara Membersihkan Hidung Bayi yg Tersumbat menggunakan Aman

Zat besi merupakan salahsatu nutrisi krusial yg dibutuhkan sang bayi dalam masa tumbuh kembang. Kekurangan zat ini tentu dapat mengganggu proses perkembangannya. Terlebih saat menginjak usia sekolah nanti, anak yang menderita kurang darah diferensiasi besi bisa mengalami gangguan belajar dan gangguan konsentrasi. Untuk itulah bayi anemia harus diketahui sejak dini & ditangani menggunakan penanganan yang tepat agar tidak berbuntut panjang.

Ketika bayi masih menyusu, zat besi diperoleh berdasarkan ASI yang diproduksi oleh bunda. Namun saat bayi telah menginjak 6 bulan keatas, dia membutuhkan asupan zat besi menurut makanan pendampingnya. Biasanya bayi anemia ditimbulkan sang kurangnya nutrisi besi pada makanan pendampingnya.

Ciri-ciri

Ketika anemia menyerang bayi, aliran oksigen dalam tubuh akan tidak baik. Inilah yang mengakibatkan tubuh nir tumbuh menggunakan optimal dan sehat serta gagal mencapai tonggak perkembangan yang maksimalkarena sel-sel tubuh kekurangan oksigen. Bahkan tanda-tanda tersebut mampu lebih jelek lantaran terjadi komplikasi.

Yang mengkhawatirkan, bayi anemia nir mengakibatkan gejala awal yg berarti. Tak poly orang tua yang tahu tanda-tanda bayi kurang darah yang menciptakan penanganan anemia terlambat.

Namun bukan berarti bayi kurang darah tak sanggup terdeteksi. Jika Moms jeli, Moms mampu melihat karakteristik-karakteristik ini dia yg menandakan si kecil terkena kurang darah.

Kulit Pucat

Bayi yang mengalami kurang darah memiliki karakteristik spesialpada kulitnya, yaitu kulit terlihat pucat, kusam, & kehilangan warna pada kelopak mata & tangan.

Lemah dan Letih

Ciri lain bayi anemia adalah lemah, letih, & lelah. Si kecil tampak tidak bersemangat beraktivitas & bermain. Ia terlihat selalu mengantuk & tidak tertarik melakukan hal yg menyenangkan sekalipun. Hal ini ditimbulkan karena kadar zat besi dan hemoglobin dalam sel darah merah kurang, sebagai akibatnya distribusi oksigen ke semua tubuh menurun. Akibatnya tubuh kekurangan energi buat beraktivitas.

Rentan Terkena Infeksi

Bayi anemia juga lebih rentan terkena penyakit dan infeksi, seperti batuk, pilek, demam, diare, dan penyakit generik lainnya. Tubuh yg kekurangan darah menciptakan daya tahan tubuh melemah sebagai akibatnya gampang sakit.

Respon Lambat dan Sulit Mengendalikan Diri

Bayi yang terkena kurang darah mempunyai karakteristik iritabilitas, yaitu sulit atau lambat merespon & sulit mengendalikan diri. Bayi kerap merasa jengkel & emosinya meluap-luap.

Berat Badan Stagnan dan Sulit Naik

Ciri lain berdasarkan bayi kurang darah adalah berat badan sulit naik. Berat badan yang stagnan menurut ketika ke waktu menjadi keliru satu indikasi si minimengalami kurang darah.

Mata Menguning

apabila mata bayi terlihat menguning, Moms perlu memberikan kecurigaan bahwa si minisanggup saja mengalami anemia. bawa segera ke dokter bila pertanda ini terdapat dalam tubuh bayi.

Tangan & Kaki Dingin

apabila tangan dan kaki bayi teraba dingin tanpa karena, mampu jua adalah salahsatu tanda-tanda & karakteristik anemia.

Penyebab

Moms perlu memahami bahwa bayi anemia nir dapat disepelekan. apabila tidak segera ditangani, justru bisa menghambat pertumbuhan & perkembangan si mini. Lantas faktor apa saja yg menyebabkan terjadinya kurang darah dalam si mini?

Baca Juga: Wajib Dilihat! Cara Membersihkan Kulit Kepala Bayi dari Kerak dan Ketombe

Produksi Sel Darah Merah Kurang

Umumnya bayi mengalami anemia pada beberapa bulan pertama setelah bayi lahir. Kondisi ini dipercaya normal karena pada saat ini bayi mengalami pertumbuhan yg sangat cepat sehingga tubuh pada minimemerlukan waktu buat menghasilkan sel darah merah hingga jumlahnya cukup buat pertumbuhannya.

Pendarahan

Penyebab lain dari bayi anemia adalah karena kehilangan banyak darah atau pendarahan. Perdarahan yg paling umum terjadi pada bayi adalah ketika proses pengambilan darah rutin waktu bayi menerima perawatan medis. Bisa juga karena terjadi kerusakan atau pendarahan pada saluran cerna.

Kerusakan Sel Darah

Anemia dalam bayi jua disebabkan sang kerusakan sel darah, baik lantaran thalassemia atau karena adanya ketidakcocokan darah antara bunda dan bayi.

Kekurangan Zat Besi

Anemia yang paling umum dialami bayi merupakan kurang darah yang ditimbulkan sang kekurangan zat besi serta zat lain misalnya asam folat dan vitamin B12.

Penyakit Tertentu

Penyebab lain anemia dalam bayi merupakan penyakit-penyakit eksklusif seperti infeksi bakteri, autoimun, gangguan sumsum tulang, gagal ginjal, serta kanker.

Cara Mengatasi

Cara mengatasi bayi anemia diubahsuaikan dengan faktor penyebab berdasarkan kurang darah itu sendiri. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi anemia yang terjadi dalam bayi.

Memberikan Makanan Kaya Zat Besi

Sebagai bentuk pencegahan terhadap kurang darah, Moms mampu menaruh kuliner kaya zat besi misalnya bayam, hati ayam, daging, & jua telur. Makanan kaya zat besi tadi sanggup diimbangi menggunakan hadiah vitamin C yang bisa membantu penyerapan zat besi ke tubuh.

Pemberian Suplemen Zat Besi

Ketika bayi mengalami anemia, dokter akan meresepkan suplemen zat besi dan vitamin yg mampu dikonsumsi oleh bayi sesuai dosis. Pemberian suplemen zat besi ini cukup efektif buat menaikkan jumlah zat besi dan hemoglobin dalam darah.

Pemberian Obat Cacing

Jika anemia pada bayi disebabkan oleh infeksi bakteri seperti cacing, dokter sanggup meresepkan obat cacing atau obat anti bakteri yg membantu membunuh bakteri penyebab infeksi. Ketika infeksi teratasi, maka perlahan anemia pada bayi pun membaik.

Transfusi Darah

Ketika kurang darah pada bayi sudah berada di level akut, transfusi darah bisa dilakukan. Transfusi darah umumnya dilakukan dalam bayi anemia dampak penyakit tertentu seperti thalasemia atau anemia sel sabit.

Itulah beberapa hal mengenai kurang darah pada bayi yang perlu Moms ketahui. Mengingat dampak & imbas yang fatal terjadi bila anemia dibiarkan, Moms perlu segera bertindak jika masih ada tanda-indikasi kurang darah dalam si mini.

Baca Juga: Praktis Dilakukan, Cara Membersihkan Mainan Gigitan Bayi, Bahan Plastik, Kain, & Berbulu

Moms juga harus memberikan makanan padat gizi yang kaya nutrisi penting seperti telur, hati ayam, daging sapi, bayam, brokoli, yoghurt, & susu ketika si minitelah berusia diatas 6 bulan. Tetap berikan ASI sampai bayi berusia dua tahun buat mencegah bayi kekurangan zat besi yg mengakibatkan anemia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *