Antinutrisi & Pengaruhnya Pada Penyerapan Zat Gizi • Hello Sehat

Proses pencernaan & penyerapan zat gizi tidak selalu berjalan menggunakan lancar, apalagi ketika Anda mengonsumsi makanan yg mengandung antinutrisi. Sekalipun Anda telah memilih kuliner bergizi, antinutrisi justru sanggup memengaruhi penyerapannya. Apa itu antinutrisi?

Antinutrisi adalah zat dalam bahan makanan yang mengganggu proses penyerapan zat gizi pada tubuh. Disebut juga antinutrien, zat ini ditemukan secara alamiah pada bahan pangan botani & hewani, akan tetapi umumnya lebih poly terkandung dalam tanaman .

Antinutrisi tidak berbahaya bagi kebanyakan orang menggunakan tubuh yg sehat. Tetapi, zat ini bisa mengakibatkan masalah dalam orang yang mengalami menstruasi, malnutrisi, atau yang pola makannya didominasi oleh kacang-kacangan & biji-bijian.

Orang yg mengalami menstruasi berisiko mengalami penyakit kurang darah dampak kekurangan zat besi. Sementara itu, penderita malnutrisi rentan mengalami banyak sekali penyakit lantaran kekurangan gizi memengaruhi syarat kesehatan.

Kedua kelompok tersebut membutuhkan asupan gizi dalam jumlah yang lebih poly dibandingkan kebanyakan orang. Adanya gangguan penyerapan zat gizi (malabsorbsi) mungkin saja menimbulkan pengaruh tertentu bagi kesehatan. Mengenal aneka macam antinutrisi dalam makanan

Ada poly jenis antinutrien pada makanan sehari-hari. Menurut sebuah penelitian pada jurnal Nutrients, pada bawah inilah beberapa jenis yang paling umum. 1. Lektin

Lektin terkandung pada banyak sekali flora, khususnya legum misalnya kacang kedelai dan kacang polong dan terigu. Zat ini sanggup menghambat penyerapan kalsium, zat besi, fosfor, & zinc. Pada masalah eksklusif, lektin mungkin sanggup mengganggu fungsi usus. dua. Oksalat

Oksalat terkandung dalam sayuran berdaun hijau, serealia, kacang, dan kentang. Zat ini merusak penyerapan kalsium dengan cara mengikatnya. Penumpukan kalsium oksalat bisa meningkatkan risiko penyakit batu ginjal atau saluran kemih. 3. Asam fitat

Asam fitat banyak terkandung dalam legum, terigu, quinoa, kacang, dan biji-bijian. Antinutrisi ini mampu Mengganggu penyerapan zat besi, kalsium, & zinc. Tetapi, asam fitat jua memiliki manfaat menjadi antioksidan yg menurunkan risiko kanker. 4. Goitrogen/glukosinolat

Singkong dan sayuran berbonggol misalnya Kolonel dan kubis merupakan sumber goitrogen. Zat ini bisa merusak penyerapan yodium pada tubuh sebagai akibatnya menciptakan Anda berisiko terkena penyakit gondok atau hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif). 5. Tanin

Tanin terdapat pada teh, kopi, cokelat, butir berry, kacang-kacangan, dan legum. Di dalam tubuh Anda, zat yg termasuk antioksidan ini mampu merusak penyerapan zat besi sebagai akibatnya menaikkan risiko terjadinya kurang darah. 6. Penghambat protease

Antinutrisi ini mampu merusak kerja protease, yaitu enzim dalam pencernaan protein. Anda dapat menemukannya dalam aneka macam flora, khususnya biji-bijian, legum, & bulir biji utuh misalnya gandum. 7. Fitoestrogen

Fitoestrogen yaitu zat kimia khas tanaman(fitonutrien) yg ada pada kedelai, biji rami, kacang-kacangan, buah-buahan, serta sayuran. Senyawa ini bekerja misalnya hormon estrogen dan dapat memengaruhi fungsi beberapa hormon pada pada tubuh. Apakah antinutrisi merugikan kesehatan?

Kendati mampu mengganggu penyerapan zat gizi, antinutrien bukanlah sesuatu yang perlu Anda takuti. Pasalnya, kandungan antinutrien dalam kuliner sehari-hari nir relatif besarbuat bisa memberitahuakn dampak buruk bagi tubuh.

Anda harus mengonsumsi sumber antinutrien pada jumlah yang sangat poly agar zat ini dapat mengakibatkan pengaruh bagi kesehatan. Jadi, sayuran, kacang-kacangan, & bahan pangan botani lainnya yg Anda makan tetaplah berguna.

Bahkan, beberapa jenis antinutrien justru memiliki manfaat bagi kesehatan. Contohnya, asam fitat & tanin bersifat sebagai antioksidan. Pada syarat eksklusif, keduanya mampu melindungi tubuh dari risiko penyakit dampak radikal bebas.

Selain itu, Anda jua mampu mengurangi kadar antinutrisi dalam bahan makanan dengan cara pada bawah ini. Asam fitat: merendam semalaman, menumbuhkan kecambah, dan fermentasi. Tanin: merendam semalaman dan mengungkep. Lektin: merendam, mengungkep, memanaskan, dan fermentasi. Oksalat: merendam & mengungkep. Penghambat protease: merendam & merebus.

Jika perlu, Anda mampu melakukan beberapa metode sekaligus buat menurunkan berbagai antinutrien dalam bahan makanan. Contohnya, proses merendam & menumbuhkan kecambah dapat menurunkan hampir seluruh kadar fitat dalam quinoa.

Antinutrisi adalah zat pada suatu makanan yang sanggup merusak penyerapan zat gizi pada tubuh. Senyawa ini tidak berbahaya, tapi dapat menurunkan nomorkandungan gizi dari kuliner yang Anda konsumsi sehari-hari.

Meski demikian, Anda mampu menurunkan kadarnya menggunakan metode sederhana misalnya mengungkep, memanaskan, dan merendam bahan kuliner. Beberapa metode bahkan bisa menghilangkan semua kandungan antinutrien sampai tuntas.

Hello Health Group nir menyediakan saran medis, penaksiran, atau perawatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *