6 Cara Mempertahankan Nutrisi Dalam Makanan Saat Proses Mengolah Merdeka.com

Ilustrasi kuliner sehat. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com – Sedang berupaya buat makan menggunakan lebih sehat? Kalau begitu mungkin Anda perlu belajar buat mulai menyiapkan makanan sendiri. Pasalnya kuliner yang dimasak sendiri lebih terjamin kebersihannya. Kita jua sanggup menghitung sendiri nilai gizi dalam sepiring panganan yg tersaji.

Namun makanan yg dimasak sendiri dengan bahan-bahan bergizi pun mampu kehilangan nutrisi bila nir diolah menggunakan sahih. Proses mengolah yang panjang dan melibatkan pemanasan seringnya menciptakan kandungan nutrisi berkurang. Terutama dalam bahan makanan dengan kandungan vitamin B1, vitamin C, dan polifenol yg gampang rusak.

Untuk menghindari hal seperti ini terdapat beberapa tips yg sanggup dicoba waktu mengolah hidangan makan malam nanti. Simak selengkapnya pada uraian yang dilansir Boldsky (25/8).

2 dari 7 halamanMasak dengan lemak

Ilustrasi minyak zaitun. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Mengonsumsi sayuran yg dikukus memang lebih bergizi daripada yang digoreng. Untuk mempertinggi nilai gizinya Anda mampu menambahkan sedikit lemak sehat. Beberapa jenis nutrisi seperti vitamin D, vitamin K, & beta-karoten larut dalam lemak.

Pilih lemak sehat yang terkandung dalam ikan berminyak, avokad, atau minyak zaitun buat mengikat nutrisi dalam sayuran kukus. Selain nutrisi tetap utuh, cita rasanya juga jadi lebih menarik hati kesukaan.

Ilustrasi salad sayuran dan protein hewani. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Sayuran berwarna hijau gelap seperti brokoli, kubis, kembang Kolonel, dan kale mengandung bahan kimia anti kanker bertenaga yg dianggap glukosinolat. Kelompok sayuran ini juga mengandung enzim yg diklaim myrosinase. Fungsinya adalah menjauhkan bakteri, jamur dan organisme berbahaya lainnya berdasarkan tubuh.

Memasak sayuran jenis ini bisa menghancurkan enzim & senyawa sehat yang baru mampu dilepaskan ketika flora dikunyah atau dihancurkan. Jadi solusi terbaik merupakan mengonsumsinya pada keadaan mentah.

4 dari 7 halamanGunakan sedikit air saja ketika mengolah

Ilustrasi mengungkep. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Tahukah Anda bahwa ketika Anda memasak sayuran dalam air, nutrisinya akan larut di dalam air rebusan? Anda sanggup melihat buktinya menurut warna sayuran yg memucat & air yang keruh.

Untuk mencegah hilangnya nutrisi dalam sayuran, gantikan proses perebusan dengan mengukus. Menyiram sayuran dengan air mendidih sekali saja atau memanggangnya pada di microwave jua mampu membantu mempertahankan kandungan nutrisi lebih baik.

5 berdasarkan 7 halamanKonsumsi selagi masih segar

Ilustrasi butir dan sayuran. ©2015 Picjumbo/Victor Hanacek

Sayuran, butir, dan protein hewani yg masih segar nir hanya terasa lebih lezat. Nutrisinya pula masih terjaga 100 persen. Lain halnya dengan bahan makanan yang sudah dibekukan atau disimpan selama beberapa hari.

Semakin segar sayuran saat Anda mengonsumsinya, semakin banyak nutrisi yang mampu diperoleh darinya. Jadi jangan biasakan menumpuk bahan kuliner yang masih segar terlalu poly.

6 berdasarkan 7 halamanTambahkan perasan air jeruk buat menaikkan penyerapan zat besi

Ilustrasi jeruk-jerukan. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Sayuran misalnya brokoli, kale, dan bayam mempunyai kandungan zat besi yg relatif tinggi. Tetapi nutrisi yang satu ini pula mudah rusak oleh proses pemanasan. Apalagi proses pemanasan yang berulang.

Untuk menjaga nutrisi dalam sayuran asal zat besi, masukkan kucuran air perasan jeruk, lemon, limau, grapefruit, atau butir-buahan lain berdasarkan genus citrus. Buah-buahan yg kaya vitamin C akan mempertinggi penyerapan zat besi nonheme.

7 menurut 7 halamanKombinasikan kuliner matang & mentah

Ilustrasi kuliner sehat. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Pakar kesehatan menyarankan buat melakukan diet campuran dari sayuran mentah dan matang. Dan terdapat alasan mengapa mereka mengatakan demikian, karena penelitian sudah menampakan bahwa memasak dapat mengurangi beberapa nutrisi, namun dapat menaikkan ketersediaan nutrisi pada sayuran lain.

Konsep ini berlaku dalam perkara sayuran dan rempah misalnya bayam, wortel, lada, dan sayuran & butir-buahan yang mengandung vitamin C.

Jika vitamin C, vitamin B1, & sayuran kaya folat dimasak atau dipanaskan, mereka mulai kehilangan beberapa nutrisi. Di sisi lain, memasak wortel akan membantu mempertahankan senyawa antioksidan di dalamnya, terutama karotenoid.

Tomat dan fungi pula wajibdimasak. Memasak tomat memecah likopen yang bisa melawan kanker risiko penyakit jantung.

Itulah beberapa trik sederhana untuk mempertahankan nutrisi dalam bahan kuliner waktu dimasak.

Baca juga:6 Cara menciptakan bolu pisang yang enak, lembut, & mudah menggunakan bahan murah meriah3 Cara mudah untuk melembutkan butter bekuJenis minyak apa yg kondusif dan sehat buat menggoreng?8 Cara mengolah okra supaya terasa enak dan nir berlendirMinyak kelapa berbahaya apabila dipanaskan?[tsr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *