Kekurangan Zat Besi Dalam Anak Sanggup Merusak Pertumbuhannya?

Meski bukan termasuk nutrisi makro, namun zat besi juga krusial buat mendukung kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Sebab, kekurangan zat besi mampu memicu banyak sekali risiko gangguan kesehatan sampai jangka panjang. Bahkan, hingga ketika ini kekurangan zat besi adalah galat satu perkara gizi terbanyak di dunia. Tanpa zat besi yg relatif, si Kecil akan mengalami anemia dan gangguan tumbuh kembang.

Mengapa Zat Besi Penting buat Tumbuh Kembang Anak?

Zat besi dalam tubuh terbagi sebagai 2 bagian, yaitu zat besi yang berperan pada metabolisme dan fungsi enzim, serta zat besi menjadi cadangan tubuh yg dipakai buat cadangan makanan & transportasi pada tubuh. Diperkirakan dua per 3 berdasarkan zat besi yang terdapat pada pada tubuh berperan dalam proses fungsional tubuh. 

Mineral ini berperan penting pada pembentukan hemoglobin, yaitu komponen sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika kekurangan zat besi, tubuh nir bisa menciptakan hemoglobin. Akibatnya, jaringan & organ tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen. Ada beberapa faktor yang dapat menaikkan risiko anak kekurangan zat besi, pada antaranya:

Terlahir menurut Ibu yang mengalami kurang darah selama hamil

Terlahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah

Si Kecil mendapat ASI dari Ibu yang kekurangan zat besi

Gangguan penyerapan zat besi

Si Kecil minum susu formula yg nir diperkaya menggunakan kandungan zat besi

Kekurangan zat besi pada anak bisa menyebabkan kurang darah, yaitu syarat ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Jika nir segera diatasi, syarat ini dapat menyebabkan aneka macam perkara kesehatan dan gangguan pada tumbuh kembang si Kecil. 

Selain berfungsi buat transportasi oksigen dalam tubuh & cadangan kuliner, zat besi juga dibutuhkan pada proses pertumbuhan si Kecil. Mineral ini diperlukan pada jumlah yg relatif besarketika proses pertumbuhan berlangsung dengan cepat, yaitu saat si Kecil masih bayi hingga remaja. Oleh karenanya, kekurangan zat besi pula dapat mengganggu pertumbuhan si Kecil. 

Gejala Kekurangan Zat Besi dalam Anak

Tak hanya penting dalam pembentukan hemoglobin, sel darah merah, dan pertumbuhan, zat besi pula berperan buat menunjang fungsi saraf & otak si Kecil. Oleh karena itu, kekurangan zat besi pula sebenarnya bisa Mengganggu si Kecil dalam menerima berita yg terdapat sampai kesulitan belajar dan berbahasa. 

Selain itu, terdapat beberapa tanda atau gejala lain yang dialami anak-anak saat kekurangan zat besi, di antaranya:

Kulit terlihat lebih pucat

Tidak nafsu makan

Berat badan nir bertambah atau sulit naik

Lemah dan lesu

Terlihat kurang aktif atau jarang mau bermain

Lidah bengkak & muncul luka 

Suhu tubuh naik turun

Penurunan kemampuan kognitif & perkembangan sosial

Sistem imun tubuhnya lemah, sebagai akibatnya mudah terserang infeksi

Baca pula: Bagaimana Dampak Kekurangan Asam Amino pada Bayi?

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

Melansir page resmi kidshealth.org, terdapat beberapa cara yang sanggup Ibu lakukan buat mencegah anak kekurangan zat besi, antara lain: 

Memberikan si Kecil kuliner yang kaya akan zat besi, seperti hati sapi, hati ayam, daging merah, daging putih, telur, bayam, brokoli, kale, kacang-kacangan, dan hasil produk olahannya.

Melakukan inspeksi rutin ketika hamil. Ibu yg mengalami kurang darah waktu hamil dapat mengakibatkan bayi lahir dengan kondisi kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi sejak lahir sanggup diatasi dengan pemberianASI tertentu karena ASI kaya akan banyak sekali nutrisi krusial, keliru satunya merupakan zat besi.

Saat si Kecil telah berusia 6 bulan ke atas, masukkan asupan nutrisi menurut makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi supaya terhindari menurut kekurangan zat besi dan zat gizi lainnya. 

Memberikan kuliner yang kaya akan vitamin C buat menaikkan penyerapan zat besi dalam tubuh si Kecil. 

Jika si Kecil kekurangan zat besi dalam jumlah banyak, Ibu mampu berikan beliau suplemen zat besi yg telah sesuai dengan anjuran dan resep berdasarkan dokter.

Oleh karenanya, apabila si Kecil mengalami kekurangan zat besi, usahakan konsultasi terlebih dahulu menggunakan dokter supaya mendapat penanganan yang sempurna. 

Takaran Zat Besi Sesuai Usia Anak

Sebenarnya si Kecil memiliki cadangan zat besi sesudah beliau dilahirkan. Cadangan zat besi ini berasal dari darah Ibu. Oleh karenanya, pola makan & asupan nutrisi Ibu selama hamil sangat memilih apakah si Kecil akan kekurangan zat besi atau nir. 

Setelah si Kecil berusia 6 bulan ke atas, ASI saja tidak cukup buat memenuhi kebutuhan zat besi dan nutrisi lain dalam tubuh si Kecil. Untuk itu, ia membutuhkan asupan mineral ini berdasarkan makanan yang kaya akan zat besi. Idealnya, anak yg berusia 1-3 tahun membutuhkan asupan zat besi lebih kurang 7 mg per hari. 

Zat besi terbaik berasal dari sumber makanan hewani lantaran lebih gampang diserap tubuh. Namun, apabila apabila masih ada beberapa hambatan ketika menaruh zat besi hewani, Ibu pula bisa menaruh si Kecil sayuran hijau dan kacang-kacangan yg banyak mengandung zat besi sebagai alternatif supaya si Kecil terhindar dari kekurangan zat besi.

Namun, ada hal yg perlu Ibu ketahui, yaitu hindari menaruh makanan yang mengandung zat besi bersamaan dengan konsumsi susu sapi & teh. Ini karena kandungan kalsium yg tinggi dalam susu bisa menghambat penyerapan zat besi berdasarkan makanan tadi. Sementara, teh mengandung tanin (senyawa polifenol yang dari berdasarkan tanaman ) yg bisa menghambat penyerapan zat besi. Solusinya, berikan susu sapi atau teh di luar waktu makan utama si Kecil ya, Bu.

Demi menghindari kekurangan zat besi dalam si Kecil, Ibu bisa menaruh dia susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+. Selain zat besi, susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ pula mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) yang lengkap. Tahukah Ibu bahwa 9 asam amino esensial (9AAE) adalah nutrisi krusial yang sangat diharapkan oleh tubuh demi mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) harus dipenuhi setiap hari, lantaran tubuh nir mampu memproduksinya sendiri sehingga membutuhkan asupan dari asal protein berkualitas, misalnya susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, & kacang-kacangan serta output olahannya. 

Selain zat besi & 9 asam amino esensial (9AAE), susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya dengan nutrisi krusial lainnya, mulai berdasarkan minyak ikan, omega tiga, omega 6, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin & mineral lain buat mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan berdasarkan sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang optimal si Kecil. Ditinjau sang: Yeni Novianti, S.Gz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *