Mencegah Anemia: Teh Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi

Amazine.co – Online Popular Knowledge

Apakah Anda seseorang pencinta teh? Apakah Anda menikmati 5-6 cangkir teh setiap hari?

Sifat antioksidan menurut bioflavonoid pada teh berguna bagi kesehatan pada banyak sekali cara.

Tetapi, perlu berhati-hati karena minum teh berlebihan dapat menyebabkan kekurangan zat besi, terutama apabila Anda adalah seseorang vegetarian.

Teh poly disukai lantaran selain menyegarkan juga membantu seseorang menerima tenaga yang dibutuhkan selama aktivitas sehari-hari.

Teh pula membantu Anda bersantai sehabis hari kerja yang panjang. Konsumsi rutin teh menaikkan kewaspadaan mental.

Minuman ini membantu menaikkan laju metabolisme & menggunakan demikian membantu menurunkan berat badan.

Teh pula membantu menjaga tingkat kolesterol dalam darah. Minuman ini melindungi Anda tidak hanya dari penyakit jantung, namun juga dari diabetes & beberapa jenis kanker.

Teh membantu menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh dan menggunakan demikian membantu memerangi depresi.

Dampak Teh dalam Penyerapan Zat Besi

Meskipun mempunyai banyak manfaat kesehatan, menurut penelitian yg dirilis sang “Journal of Human Nutrition and Diabetics”, konsumsi hiperbola tanin yang masih ada dalam teh menghambat penyerapan zat besi non-heme dalam tubuh & menggunakan demikian memicu kekurangan zat besi.

Teh mengandung tanin (catechin & bioflavonoid) yang mempunyai sifat antioksidan dan mampu menurunkan berat badan.

Tetapi, tanin juga diketahui membangun ikatan larut dengan molekul besi non-heme & dengan demikian mencegah penyerapan besi non-heme pada tubuh.

Beberapa laporan menampakan bahwa konsumsi hiperbola teh dapat mempengaruhi proses penyerapan zat besi non-heme pada tubuh.

Heme dan non-heme merupakan dua bentuk zat besi yang diperoleh menurut makanan. Anda menerima besi heme berdasarkan daging dan besi non-heme dari flora.

Meskipun proses penyerapan zat besi tergantung dalam banyak sekali faktor misalnya syarat kesehatan secara holistik dan diet seimbang, sudah diamati bahwa tanin pada teh mensugesti proses penyerapan zat besi non-heme.

Meskipun Mengganggu penyerapan zat besi non-heme, tanin nir merusak proses penyerapan zat besi heme.

Saat masih ada tanin, zat besi heme yg mampu diserap berada pada tingkat 10-30%, sedangkan besi non-heme hanya diserap pada tingkat dua-10%.

Vegan & vegetarian berada dalam risiko yg lebih besarterkena kekurangan zat besi karena mereka hanya menerima asupan zat besi menurut tanamanyang dihambat oleh kehadiran tanin.

Penelitian jua menerangkan bahwa mereka yang minum teh di antara ketika makan atau segera sesudah makan, biasanya memiliki kadar besi rendah.

Zat besi yang rendah pada tubuh bisa berefek fatal terutama bagi makhamil & menyusui, bayi & balita, remaja putri, serta atlet lantaran mereka membutuhkan zat besi lebih akbar.

Selain tanin, zat lain seperti protein kedelai, kalsium, polifenol yang masih ada dalam kacang-kacangan dan biji-bijian (deda, terigu, jagung & sereal lainnya) pula bisa merusak proses penyerapan zat besi pada tubuh.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *