Kekurangan Zat Besi Pada Anak: Imbas, Penyebab, Dan Cara Mencegahnya

Kekurangan zat besi pada anak1 berdasarkan 3 balita di Indonesia kekurangan zat besi

Jika ibu hamil mengalami anemia, bayi yang dilahirkan berisiko anemia. Inilah yg menjadi kekhawatiran saya. Saat hamil anak kedua, gw mengalami anemia defisiensi besi (ADB) sampai harus diberi infus venofer sebanyak 8 ampul. Walau Uno nampak ceria, ada keraguan apakah dia anemia atau nir. Apa karakteristik kurang darah? Bagaimana efek, penyebab, dan cara mencegahnya? Kekurangan Zat Besi Sebagai Isu Kesehatan Nasional pada Indonesia

“Kekurangan Zat Besi Sebagai IsuKesehatan Nasional di Indonesia & Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak GenerasiMaju” sebagai topik webinar Nutrisi buat Bangsa dalam 17 Desember 2020 lalu.Saya menyimak penjelasan para pakar karena topik ini sangat berafiliasi dengansaya yang pernah mengalami kekurangan zat besi. Rangkumannya menjadi berikut.Dampak Anemia pada Ibu Hamil

Trimester ketiga kehamilanharusnya diisi menggunakan mempersiapkan peralatan dan perlengkapan menyambut bayi.Tetapi, aku nir sempat melakukan hal tadi karena acapkali mondar-mandir keRS buat pengobatan.

Hasil uji lab memperlihatkan kadarferritin gw hampir habis dengan Hb 9. Astaghfirullah, aku kena anemia!Pantas saja setiap pagi rasanya lelah & lemas. Saya juga memiliki norma anehyaitu senang makan es batu. Rupanya mengunyah benda tertentu, disebut pika,adalah tanda-pertanda kurang darah.

Anemia rawan terjadi dalam ibuhamil. Dampak kurang darah selama kehamilan mampu mengakibatkan bayi lahir prematur danberat badan lahir rendah. Uno terlahir pas banget 37 minggu itupun lantaran harussegera dilahirkan tetapi BB-nya hanya dua,4kg.

Baca juga: Melahirkan normal di usia kandungan 37 minggu

Selain itu makhamil rawanmengalami pendarahan pada persalinan lebih poly menurut umumnya. Ini yang temansaya alami. Ia baru tahu anemia ketika melahirkan sehingga terjadi pendarahan.

Anemia juga menyebabkan keluhanjantung dan pembuluh darah, ketika bunda hamil mengubah posisi berdasarkan tidur kebangun akan terasa pusing bahkan mampu kelenger. Oleh karenanya, penting bangetibu hamil secara berkala memeriksakan kadar Hb-nya supaya kurang darah dapat segeraditangani.zat besi buat anak sangat penting & menghipnotis tumbuh kembang anakDampak Kekurangan Zat Besi padaTumbuh Kembang Anak

Salah satu penyebab anemia yaitukekurangan zat besi. dr. Ratna Nurul Mutu Manikam M.Gizi, SpGK, DokterSpesialis Gizi Klinis, menyebutkan dampak kekurangan zat besi yaitu kerjaneurotransmitter pada otak terhambat sebagai akibatnya kemampuan anak lebih lambatdibanding anak yang nir kena kurang darah. Zat besi jua berpengaruh padaperkembangan motorik, emosi, & konduite.

Kekurangan zat besi mempengaruhikondisi anak dalam jangka pendek, misalnya: kognitif/kecerdasan anak akanmenurun, fungsi otak menurun, kurang penekanan, kurang tanggap, dan juga menjadi ragu.Tumbuh kembang anak pada jangka panjang pula terdampak, yaitu:kemampuan pada sekolah menurun, perubahan atensi dan sosial lantaran kurangtanggap, anak gampang murka , malas beranjak, tidak ceria, serta gampang lelah.

Wah, penting banget zat besiuntuk anak. Dampaknya hingga jangka panjang, lho! dr. Nurul mengingatkan anemiabisa diintervensi akan tetapi keterlambatan kognisi hanya dapat dikoreksi hingga anakusia 2 tahun.Penyebab Anak Kekurangan Zat Besi

1 dari tiga anak balita pada Indonesiamengalami anemia (Riskesdas, 2013). Masa kritis terjadinya kurang darah yaitu mulaiusia 6 bulan hingga 3 tahun. Mengapa 6 bulan? Itu merupakan awal MPASI. Saat usiatersebut kebutuhan gizi anak semakin tinggi, tidak lagi dapat tercukupi menggunakan ASI.

Lebih lengkap lagi mengenai penyebab kekurangan zat besipada anak, yaitu:Terlambat memperkenalkan MPASI dalam anak. Kurang asupan protein terutama asal hewani (mungkin anak kurang sukarasa & aromanya atau sulit mengunyah tekstur protein hewani sebagai akibatnya dilepeh.) Kurang konsumsi fortifikasi zat besi dalam makanan & formula pertumbuhan. Pemberian suplementasi zat besi nir sinkron tanda dan dosisnya nir sinkron. Tidak patuh minum suplementasi lantaran mual atau risi feses jadi hitam padahal itu normal. Penyerapan zat besi yang tidak optimal, bisa karena penyakit di usus Cara Mencegah Anemia DefisiensiBesi pada Anak

Ciri anak kurang darah umumnya mudahlelah, pusing, pucat, & pika. Ciri terakhir ini, pika ada yg mengunyah esbatu bahkan sabun. Wah, perlu segera diperiksakan, ya. Untuk lebih valid, sebaiknyalakukan uji saring pada laboratorium buat mengecek kadar Hb & cadangan zatbesi (ferritin).

Selain melakukan uji laboratorium,konsumsi kuliner yg kaya akan sumber zat besi terutama protein hewani,seperti: hati sapi/ayam, daging merah (sapi/kambing), kuning telur, daging unggas(ayam/bebek), ikan, udang, & tiram. Tak lupa konsumsi kuliner atau minumanyang difortifikasi zat besi.Pentingnya Vitamin C untukAnak

Eh tahu, enggak, zat besi ituklop-nya menggunakan vitamin C. Asam (askorbat/vitamin C, sitrat, laktat) & gula(terutama fruktosa, sorbitol) sebagai faktor yang menaikkan penyerapan zatbesi pada daging merah, unggas, juga ikan. Elektron di Vitamin C membantumengubah zat besi dalam makanan sebagai Fe2+ yang siap diserap usus.Cocok, nih, makan daging lalu makan butir jeruk.Vitamin C membantu penyerapan zat besiFaktor yang Menghambat PenyerapanZat Besi

Protein nabati sepertikacang-kacangan (kedelai, kacang hijau, & kacang merah), sayuran hijau, sertabiji-bijian juga mengandung zat besi tetapi mengandung fitat yang bisa menghambatpenyerapan zat besi.

Zat lain yg dapat menghambatpenyerapan zat besi, antara lain: tannin dalam teh & kopi, asam oksalat (dalamberry, coklat, teh), serat, fosvitin (pada kuning telur), seng, kalsium,magnesium, fosfor, dll. Oleh karena itu, dr. Nurul menyarankan protein hewaniberupa daging atau hati yg menjadi asal zat besi primer.Stimulasi lima Potensi Prestasi buat Tumbuh Kembang Anak yangOptimal

Kekurangan zat besi tak hanyaberpengaruh pada fungsi motorik atau otak. Anak dapat merasakan dampakpsikologis jua saat mengalami defisiensi zat besi, diantaranya kualitastidur bermasalah (kurang tidur), kecerdasan nir optimal, kurang penekanan, susahmengambil keputusan, mudah murkadan tersinggung, bahkan risiko yg lebihbesar dengan mengalami gangguan kesehatan mental.5 potensi prestasi

Bagaimana bisa sebagai anak generasimaju jika kekurangan zat besi? Oleh karena itu, Psikolog Anak dan Keluarga, AnnaSurti Ariani, S.Psi, M.Psi, Psikolog mengajak para orang tua buat memberistimulasi yang tepat disamping menaruh asupan gizi seimbang. Stimulasi inimemenuhi aspek 5 potensi prestasi, yaitu:Stimulasi berpikir cepat

Ajak anak bicara dengan lebih jelas (kalimat yg benar dansingkat, bukan dibuat lucu/cadel), perbanyak kosa kata menggunakan membaca buku danmengobrol, bermain teka-teki.Stimulasi tumbuh tinggi

Pastikan gizi tercukupi (tidak cuma berasal kenyang), berikanruang kondusif anak buat beranjak (tempat tinggalramah anak), perbanyak kesempatanberaktivitas fisik misal menumpuk bantal guling kemudian ajak anak melewatinya menggunakan merangkak atau melompati.Stimulasi percaya diri

Beri kesempatan anak menentukan sepertipilih baju a atau b, beri kebanggaan yang spesifik waktu anak menampakan perilakubaik, beri kesempatan melatih kemampuanmerawat diri seperti mandi dan makan sendiri.Stimulasi aktif bersosialisasi

Gunakan bahasa primer dalamkeseharian ketika berkomunikasi (bahasa Indonesia) supaya anak mudah ngobroldengan orang lain, dengarkan dan beri respon positif saat anak berinteraksidengan orang lain,  & ajak bermain peran.Stimulasi tangguh

Beri kesempatan anak berusaha terutamauntuk situasi/tugas yang menantangnya pada luar kebiasaan & sulit baginya.Jangan mudah membantu, dorong supaya makin andal dan percaya diri. Orang tua menjadi contohpribadi yg berani mencoba, tak mudah menyerah, & memakai cara sehat saatmengatasi kasus, serta beri apresiasi ketika anak memberitahuakn bisnis.para narasumber & moderator pada talkshow mengenai kekurangan zat besi dalam anak

Setelah mendengarkan pemaparan dokter & psikolog pada atas, gw pun bertanya-tanya, “Sudah cukupkah asupan zat besi buat anak-anak?” Rupanya Alyssa Soebandono & Tya Ariestya yg turut hadir pada talkshow ini juga mempertanyakan hal yg sama.

Alyssa menemani putranya, Rendra, menjalani pembelajaran jarak jauh. Ia memastikan Rendra bisa fokus menyimak pelajaran walau kadang diajak bermain sang Malik, adiknya. Selain itu, Alyssa memperhatikan asupan nutrisi sinkron kebutuhan bagi anak-anaknya. Kalau si anak picky eater, dia siasati menggunakan membuat bento atau ciptaan resep yang menarik bagi anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *